Wednesday, November 08, 2006

Mods on leave

Pren....
berhubung saya mau cuti dari 09/11 sampai 20/11, kalau mau comment/kirim artikel, langsung ketok2 pintu rumah aja ya... soalnya males internetan ke warnet neehh...
oh iya, ini ada beberapa alamat email warga PBH06, mendingan dibuat mailing list aja kali yee, en yang kerjaannya di dunia IT please dong ah dibuatin, trus foto2 cibodasnya dong dikirimin untuk diuplaod, biar yang jauh dari rumah bisa terasa dekat dengan komunitas PBH06 (tul nggak pak Edy..??)

Ini beberapa alamat email yang telah terjaring moderator, siapa menyusul....???!!!

Rudy C1/3 = pmahoni@centrin.net.id
Edy Meidianto C1/23 = edimeidiyanto@yahoo.co.id
Gunawan C6/10 = m_goen@telkom.net
Riza C7/7 = txjoglo@telkom.net
Sugeng C6/9 = Sedi@corp.kiani.com - Preffered email address
Sugeng C6/9 = sisugeng@yahoo.com - alternative email address

matur nuwun, tararengkyu, kamsia, terimakasih,
C6/9

Thursday, October 19, 2006

Cibodas...Cibodas.... satu lagi Berangkatttt.....!!!

Lebaran sudah lewat, rencananya gerombolan siberat pada mau jalan-jalan ke Cibodas tanggal 5 November besok, ninggalin saya sendiri yang lagi nungguin si jabang bayi nongol en pengen ngeliat Om-Om yang suka rebutan sambel kalo lagi makan pastelnya pak sentot, ane sih pengennya sih ngikut, tapi kasian bini kalo jalan jauh sambil bawa drumband segede gitu takutnya malah Mbrojol dijalanan gimana..?? apalagi panitia kaga nyediain ambulance segala, ntar urusannya tambah ruwet, mendingan ambil safe-nya aja.

Monday, October 16, 2006

Sayangkan Perbedaan Idul Fitri


Kemungkinan terjadinya perbedaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini disayangkan Prof Dr Ahmad Zahro MA. Yang paling disayangkan adalah perbedaan antara Muhammadiyah dan NU.

Seperti diketahui, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri pada 23 Oktober. NU dan pemerintah mungkin merayakan Idul Fitri pada 24 Oktober.

Meski perbedaan tersebut wajar, Zahro menyayangkan kedua organisasi keagamaan terbesar itu akhir-akhir ini cenderung mengeluarkan penetapan (itsbat) Hari Raya yang seolah-olah berlaku untuk skala nasional. Padahal, hak penetapan berada di tangan pemerintah.

Menurut dia, kedua organisasi itu hanya berkedudukan sebagai pemberi informasi (ikhbar) dan rekomendasi kepada pemerintah tentang waktu Hari Raya menurut keyakinan masing-masing. Kemudian, pemerintah bertugas mengakomodasi informasi itu sebelum menetapkan Idul Fitri yang berlaku secara nasional.

Menurut direktur Imarah dan Ijtimaiyyah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) itu, terlepas dari mana asal menteri agama yang sedang menjabat (NU atau Muhammadiyah), keputusan pemerintah harus dipatuhi.

Sebab, Muhammadiyah dan NU pernah mengamini kesepakatan yang menyatakan bahwa mereka akan mengikuti penetapan pemerintah. Meski, masing-masing memiliki keyakinan sendiri tentang penetapannya. Kesepakatan tersebut terjadi pada 1930-an. Waktu itu, menurut Zahro, ulama belum berbau politik.

dikutip dari jawa pos online