Monday, October 16, 2006

Sayangkan Perbedaan Idul Fitri


Kemungkinan terjadinya perbedaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini disayangkan Prof Dr Ahmad Zahro MA. Yang paling disayangkan adalah perbedaan antara Muhammadiyah dan NU.

Seperti diketahui, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri pada 23 Oktober. NU dan pemerintah mungkin merayakan Idul Fitri pada 24 Oktober.

Meski perbedaan tersebut wajar, Zahro menyayangkan kedua organisasi keagamaan terbesar itu akhir-akhir ini cenderung mengeluarkan penetapan (itsbat) Hari Raya yang seolah-olah berlaku untuk skala nasional. Padahal, hak penetapan berada di tangan pemerintah.

Menurut dia, kedua organisasi itu hanya berkedudukan sebagai pemberi informasi (ikhbar) dan rekomendasi kepada pemerintah tentang waktu Hari Raya menurut keyakinan masing-masing. Kemudian, pemerintah bertugas mengakomodasi informasi itu sebelum menetapkan Idul Fitri yang berlaku secara nasional.

Menurut direktur Imarah dan Ijtimaiyyah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) itu, terlepas dari mana asal menteri agama yang sedang menjabat (NU atau Muhammadiyah), keputusan pemerintah harus dipatuhi.

Sebab, Muhammadiyah dan NU pernah mengamini kesepakatan yang menyatakan bahwa mereka akan mengikuti penetapan pemerintah. Meski, masing-masing memiliki keyakinan sendiri tentang penetapannya. Kesepakatan tersebut terjadi pada 1930-an. Waktu itu, menurut Zahro, ulama belum berbau politik.

dikutip dari jawa pos online

No comments: